Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Vaksinasi Kucing

Halo kawan, apakah kamu sudah jalankan vaksinasi kucing untuk kesayangan kamu?

Kucing katanya punya sembilan nyawa, tapi bukan berarti mereka kebal penyakit. 

Oleh karena itulah, perlu kita perhatikan kesehatan si manis salah satunya adalah dengan memberikan vaksinasi yang tepat sesuai usianya.

Apakah kamu akan memberikan vaksin untuk anak kucing atau kucing tua?

Semua itu dokter yang akan menentukan pemberian vaksin apa yang paling cocok untuk kucing kamu.

Juga apabila kucing kamu sudah terkena penyakit tertentu.


Informasi Tentang Vaksinasi Kucing

Biasanya, vaksinasi tidak dilakukan dulu sampai dia benar-benar sembuh dari penyakitnya tersebut.

Dokter juga menentukan berapa kali kucing kamu harus divaksinasi.

Waktu pemberian vaksin

Kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin ke kucing kamu?

Anak kucing harus divaksin ketika usia mereka antara 6 sampai 8 minggu, sampai usia 16 minggu.

Dan selanjutnya, ketika mereka berusia sekitar 1 tahunan.

Vaksinasi berjalan selama 3-4 minggu. 

Untuk kucing dewasa, vaksinasi tidak harus sesering anak kucing.

Biasanya, vaksin bisa bertahan selama 3 tahunan untuk yang dewasa. 

Tergantung, kucing dewasa itu diberikan vaksin apa dan tahan berapa lamanya.

Jenis vaksinasi yang mereka butuhkan

Ada beberapa vaksin yang direkomendasikan untuk semua kucing, yakni:

  • Rabies
  • Planleukopenia (Feline distemper)
  • Feline calicivirus
  • Feline viral rhinotracheitis

Vaksinasi viral kucing, calicivirus, dan vaksinasi panleukopenia kucing sering ddalam suntikan kombinasi (FVRCP), yang kadang-kadang disebut “suntikan distemper.”

Suntikan tambahan tergantung pada waktu yang dibutuhkan oleh si kucing, seberapa sering ia berada di sekitar kucing lain, dan penyakit yang ada di daerah kamu tinggal.

Chlamydia: Vaksin untuk bakteri ini sering merupakan bagian dari suntikan FVRCP.

Leukemia kucing: Infeksi virus serius ini menyebar melalui banyak cairan tubuh seperti air liur, tinja, urin, dan susu. Vaksin ini direkomendasikan untuk kucing yang menghabiskan waktu di luar. Leukemia kucing tidak bisa disembuhkan, jadi pencegahan adalah prioritas.

Bordetella: Kucing yang pergi ke groomer atau tinggal di kandang harus mendapatkan vaksinasi untuk infeksi ini yang menyebar dengan cepat di ruang di mana ada banyak hewan. Vaksin ini tidak akan mencegah penyakit, tetapi itu akan membuat kucing Anda tidak sakit karenanya.

Jika kucing kamu tinggal di dalam rumah sepanjang waktu, kamu mungkin berpikir dia secara otomatis terlindung dari penyakit semacam ini. 

Tapi dia masih bisa menangkap kuman di udara yang mungkin masuk melalui jendela atau pintu. 

Bahkan kucing yang paling jinak kadang-kadang berlari-larian. 

Jika kucing keluar, kamu ingin memastikan ia terlindungi. 

Kucing rumahan juga dapat terkena bakteri dan virus ketika mereka tinggal di kandang 

Begitu pula jika kamu membawa pulang kucing baru dan menempatkan mereka dalam satu ruangan atau satu kandang.

Perlu diingat bahwa vaksin tidak menawarkan kekebalan total terhadap penyakit. 

Untuk membantu hewan peliharaan kamu tetap sehat, batasi kontaknya dengan hewan yang terinfeksi dan ke lingkungan di mana penyakit lebih umum.

Cara berikutnya adalah selalu membersihkan ruangan atau kandang setiap hari.

Bersihkan kandang dari kotoran karena kotoran kucing dapat mengandung bakteri dan virus yang dapat menular.

Terutama kandang atau ruangan untuk anak kucing yang rentan terkena penyakit.

Gunakan cairan seperti pembersih lantai dan sabun atau alkohol untuk membersihkan kandang.

Dengan menggunakan bahan-bahan seperti ini, dijamin bisa menghilangkan kutu, bakteri, dan juga virus.

Setelah mencuci kandang, siram kandang dengan menggunakan alkohol.

Lalu pastikan kandang sudah benar-benar kering sebelum digunakan untuk si kucing.

Untuk kucing yang baru selesai di vaksin, gunakan kain bersih untuk alas tempat dia tidur.

Jangan gunakan kain kotor bekas lap, atau bekas pel karena mungkin mengandung bakteri-bakteri berbahaya lainnya.

Saran aku berikutnya adalah untuk bawa kucing kamu ke dokter untuk vaksinasi.

Memvaksinasi kucing sendiri tidak dianjurkan, terlebih kalau kamu belum pernah melakukan hal ini sendiri sebelumnya.

Biarlah dokter hewan yang melakukannya karena mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan.

Dan sediakan obat-obatan, khususnya untuk anak kucing. 

Karena setelah vaksin, biasanya mereka akan mengalami flu atau pilek, dan panas.

Nah, demikianlah yang perlu kamu tahu tentang vaksinasi kucing

Kamu punya saran lain? Silahkan berikan masukanmu.

Belia

Latest posts by Belia (see all)

(Visited 38 times, 1 visits today)

Leave a Comment